Struktur Sosial

Nama  : Galih Danariyanto     Prodi   : Pend. Sosiologi B FISE UNY

STRUKTUR SOSIAL DESA KALIKUDI, KECAMATAN ADIPALA, KABUPATEN CILACAP, PROVINSI JAWA TENGAH

a) Pengertian Struktur Sosial

Secara harfiah, struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk. Struktur tidak harus dalam bentuk fisik, ada pula struktur yang berkaitan dengan sosial. Menurut ilmu sosiologi, struktur sosial adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Susunannya bisa vertikal atau horizontal. Struktur sosial dalam suatu masyarakat itu mengendalikan tindakan setiap individu.

Menurut Soerjono Soekanto struktur sosial adalah hubungan timbal balik antara posisi-posisi dan peranan-peranan sosial. Struktur sosial menurut Firth mengacu pada hubungan-hubungan sosial yang lebih fundamental yang memberikan bentuk dasar pada masyarakat, yang memberikan batas-batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisator. Fortes berpendapat bahwa konsep struktur sosial diterapkan di setiap totalitas yang terbit, seperti misalnya lembaga-lembaga, kelompok, situasi, proses, dan posisi sosial. Sedangkan E.R. Leach menetapkan konsep tersebut pada cita-cita tentang distribusi kekuasaan diantara orang-orang dan kelompok-kelompok. Struktur sosial diartikan sebagai hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan antara peranan-peranan.

Dapat ditarik suatu kesimpulan, bahwa struktur sosial merupakan jaringan dari pada unsur-unsur sosial yang pokok dalam masyarakat seperti Kelompok sosial, Kebudayaan, Lembaga Sosial atau Pranata Sosial, Stratifikasi sosial, dan diferensiasi sosial. Salah satu fungsi Struktur Sosial pada dasarnya adalah untuk Fungsi Kontrol, yaitu dalam kehidupan bermasyarakat, sering muncul kecenderungan dalam diri individu untuk melanggar norma, nilai, atau peraturan lain yang berlaku dalam masyarakat. Maka dari itu di tetapkan norma atau peraturan sebagai pembatas tingkah laku beserta sanksinya bagi yang melanggar.

b) Struktur Sosial Desa Kalikudi

Desa kalikudi terletak di kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah sekitar 20 km ke timur dari pusat kota Cilacap. Desa Kalikudi sendiri terbagi menjadi 6 Dusun yaitu Dusun Pejaten, Dusun Peturusan, Dusun Kalipomahan, Dusun Klapagading, Dusun Pedudutan, dan Dusun Glempang. Masyarakat Desa Kalikudi sendiri termasuk kelompok sosial dikarenakan terdiri dari kesatuan social yang terdiri dari individu-individu yang hidup bersama dengan mengadakan hubungan timbal balik, pembagian tugas juga sudah ada seperti ada yang menjabat sebagai kepala desa ada yang menjadi anggota masyarakatnya, mempunyai struktur dan mempunyai norma. Selain itu di desa Kalikudi juga terdapat kelompok sosial yang hubumgannya tidak terikat seperti kelompok kekerabatan seperti Trah Kyai Singawana yang merupakan kelompok kekrabatan terbesar di Desa Kalikudi.

Hubungan antar individu dalam masyarakat juga masih ada berdasar norma sosial dan peraruran desa yang berlaku sebagai pengatur pola tingkah laku sebagai control social yang dimiliki masyarakat tersebut agar tujuan dari masyarakat Desa Kalikudi tersebut tercapai. Hubungan antara keluarga dalam masyarakat desa Kalikudi juga masih tetap kuat, adat istiadat setempat juga masih dihormati. Misalnya ketika ada seorang warga yang melanggar norma yaitu ketahuan mencuri, dalam menyelesaikan masalahnya pertama-tama menggunakan jalur kekeluargaan dengan mengundang tokoh masyarakat seperti Ketua RT, Ketua RW, Kepala Dusun dan pencuri tersebut disidang. Sanksi pertama bagi pencuri tersebut biasanya dikucilkan dan dicemooh oleh masyarakat. Apabila pencuri tersebut melakukan perbuatannya lagi maka barulah masyarakat melapor kepada pihak berwenang, polisi.

Dalam hal stratifikasi social atau pembagian kelas social secara vertikal.  Pengaruh pembagian kelas menurut kepemilikan tanah masih ada tetapi stratifikasi yang mencolok berdasarkan kriteria ekonomi yaitu adanya kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah. Kelas atas biasanya adalah para wirausahawan dan juragan tanah sedangkan kelas menengah biasanya mereka yang bekerja sebagai PNS atau Perangkat Desa, dan kelas bawah adalah para buruh tani. Hubungan antar kelas sosialnya adalah golongan atas lebih dihormati oleh golongan yang ada di bawahnya, ini terlihat dari cara golongan bawah berbicara pada golongan atas yaitu golongan bawah menggunakan bahasa krama yang disertai dengan sopan santun. Dalam pergaulan ada masyarakat yang memilih-milih dalam bergaul yaitu bergaul dengan sesama warga yang mempunyai golongan yang sama, ini terlihat dari mereka yang merasa golongan atas. Tapi ada juga sebagian masyarakat yang dalam bergaul tidak melihat kelas sosialnya di masyarakat karena mereka sadar merasa semua manusia punya derajat yang sama maka dalam bergaul dengan masyarakat lain tidak melihat golongan atau status sosial tanpa meninggalkan rasa hormat dan sospan santun kepada orang yang lebih tua.

Dalam hal diferensiasi sosial atau pembedaan kelas sosial secara horizontal. Masyarakat desa Kalikudi juga terlihat misal dari segi agama. Agama yang dianut masyarakat desa adalah kebanyakan islam. Tapi dalam prakteknya terdapat 2 golongan yaitu golongan islam santri dan golongan islam kejawen. Golongan islam santri daalah mereka yang memegang teguh dan menjalankan ajaran islam secara murni. Sedangkan golongan islam kejawen adalah mereka yang juga beragama islam tapi tidak melakukan ajaran islam secara sepenuhnya. Mereka yang merupakan golongan santri adalah merupakan minoritas yaitu para pendatang yang datang dari luar daerah sedangkan mereka yang dari golongan islam kejawen adalah kelompok mayoritas karena sebagian besar mereka menetap di wilayah Desa Kalikudi dan mendiami tanah keturunan.

Dalam hal kebudayaan (hasil rasa, cipta dan karsa manusia), dalam golongan islam kejawen mempunyai tempat khusus yang digunakan untuk berkumpul, berdoa, dan menyajikan sesajen pada hari-hari tertentu yang disebut Panembahan. Panembahan di Desa Kalikudi dinamakan “Panembahan Depok”. Acara-acara selamatan semisal kenduri masih sering dilakukan misal pada saat akan panen ataupun sesuadah panen. Acara sedekah bumi pun masih dilakukan yaitu dengan menggelar acara wayang dan memohon agar desanya tatap terjaga dari bencana. Golongan islam kejawen waktu sekarang kebanyakan sudah melakukan shalat karena sudah banyak yang mendirikan masjid walaupun terkadang apabila hari Jumat Kliwon waktu untuk shalat Jum’at diganti dengan acara kenduri atau berdoa bersama memohon keselamatan dengan memberikan sesaji di Panembahan oleh beberapa sesepuh desa. Tradisi-tradisi pun masih dilakukan berkumpul untuk berdoa dan menyajikan sesajen pada hari-hari tertentu. Acara seperti selamatan masih dilakukan misal setelah melakukan panen, salah seorang wraga mengadakan syukuran atas keberhasilan paenennya. Ataupun acara sedekah bumi masih dilakukan setiap tahunnya dengan menggelar acara wayang dan ini dilakukan sebagai pelestarian budaya.

Pranata Sosial dan Lembaga Sosial adalah untuk pranata merupakan kumpulan dari norma-norma sosial dari segala tingkatan yang mencakup pada kebutuhan pokok manusia sedangkan Lembaga Sosial adalah badan yang melaksanakannya. Di Desa Kalikudi dalam hal Pranata Keluarga yang merupakan kelompok terkecil dalam setiap masyarakat, masih menjalankan fungsinya dengan baik seperti fungsi reproduksi (melanjutkan keturunan), fungsi afeksi (pembentukan sikap etika dan norma) juga mengatur masalah ekonomi keluarga. Dalam hal pranata pendidikan sudah ada lembaga yang menjalankan fungsi pranata tersebut seperti Taman Kanak-Kanak ataupun Sekolah Dasar dalam hal sekolahan di Desa kalikudi sudah ada sejak lama misalnya terdapat Taman Kanak-Kanak ada 1 yaitu TK Pertiwi Kalikudi sedangkan untuk sekolah dasar berjumlah 4 Sekolah Dasar  yaitu 3 Sekolah Dasar Negeri dan 1 Sekolah Dasar swasta seperti Madrasah Ibtidaiyah.

Sumber bacaan:

  • Sarjana Hadiatmaja dan Kuswa Endah. 2009. Pranata Sosial Dalam Masyarakat Jawa. Yogyakarta: Grafika Indah.
  • Soerjono Soekanto. 1984. Beberapa Teori Sosiologi Tentang Struktur Masyarakat. Jakarta: CV Rajawali.
  • Syahrial Syarbaini dan Rusdiyanta. 2009. Dasar-dasar Sosiologi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s