Pengertian Primbon

despair490Dikutip dari KBBI, Primbon adalah kitab yang berisikan ramalan (perhitungan hari baik, hari nahas, dan sebagainya); buku yang menghimpun berbagai pengetahuan kejawaan, berisi rumus ilmu gaib (rajah, mantra, doa, tafsir mimpi), sistem bilangan yang pelik untuk menghitung hari mujur untuk mengadakan selamatan, mendirikan rumah, memulai perjalanan dan mengurus segala macam kegiatan yang penting, baik bagi perorangan maupun masyarakat
Dikutip dari Wikipedia, Primbon adalah semacam perhitungan atau ramalan bagi Suku Jawa, Primbon biasanya membicarakan tentang watak manusia dan hewan berdasarkan ciri fisik, perhitungan mengenai tempat tinggal (Mirip Seperi ilmu feng sui), baik-buruknya waktu kegiatan seperti upacara perkawinan, pindah rumah, acara adat, dan lainnya. Selain itu, dalam primbon tidak terbatas menentukan ramalan yang berkaitan dengan nasib atau jodoh. Pendek kata, primbon dapat menjawab segala sesuatu tentang kehidupan manusia.

Baca lebih lanjut

Pengertian-pengertian Organisasi Sosial

Dua sisi kemanusiaan yang melekat pada setiap individu yaitu manusia sebagai makhluk individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Sering didefinisikan bahwa manusia sebagai makhluk sosial mempunyai arti bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, itu artinya tidak bisa hidup sendiri. Dengan dasar kodrati yang demikian berarti manusia dilahirkan untuk menjadi bagian dari kebulatan suatu masyarakat. Dengan demikian bahwa manusia merupakan bagian dari organisasi sosial.

Manusia sejak dilahirkan mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu; 1) keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya yaitu masyarakat dan 2) keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya (Hari Budiyanto, dkk. 2008: 8) Baca lebih lanjut

Sayap-sayap Kerbau

kiai-bejo-kiai-untung-kiai-hoki2Oleh Emha Ainun Nadjib

Di tengah padang yang terbuka luas, dua orang musafir berdebat tentang sebuah titik hitam yang tampak nun jauh di depan. Yang seorang menyatakan, titik itu tak lain seekor kerbau. Sementara lainnya sangat meyakini, itu seekor banteng.

Riuh rendah mereka berdebat dengan argumentasinya. Karena tidak ada titik temu, satu-satunya jalan yang mereka sepakati adalah bersegera mendatangi titik itu ke tempatnya.

Maka, mereka pun berjalan menyusuri padang, sambil terus berdebat, beradu wacana, mempertandingkan acuan, referensi dan pengalaman. Sampai akhirnya mereka hampir Baca lebih lanjut

Berpikir Makin Sederhana

Syair oleh Emha Ainun Nadjib

Aku berpikir makin sederhana, tak bisa lain
Misalnya perihal bumi ini, hanyalah terbagi dua
Yang ditumpahi cahaya, oleh sang matahari
Serta yang gelap, di mana hidup pucat lesi
“Terus menerus aku Kaulukai!”, kata si Cengeng
Hari demi hari kureguk nanah sendiri”
“Kau, katak, berputar-putar di pojok!”
Demikian jawab Tuhan, yang dituduh terlalu banyak minta
“Jongkokmu kaku, tak terpandang semesta
olehmu. Sedang bukan luka yang menggores keningmu!”
Tapi di daerah cahaya, betapa lantang keangkuhan memekik Baca lebih lanjut

Lautan Jilbab

Publicati

Syair : Emha Ainun Nadjib

Para malaikat Allah tak bertelinga, tapi mereka mendengar suara nyanyian beribu-ribu jilbab.
Para malaikat Allah tak memiliki mata, tapi mereka menyaksikan derap langkah beribu jilbab.
Para malaikat Allah tak punya jantung, tapi sanggup mereka rasakan degub kebangkitan jilbab yang seolah berasal dari dasar bumi.
Para malaikat Allah tak memiliki bahasa dan budaya, tapi dari galaksi mereka seakan-akan terdengar suara: Ini tidak main-main! Ini lebih dari sekedar kebangkitan sepotong kain! Baca lebih lanjut

Nyanyian Gelandangan

Publicati

Syair: Emha Ainun Nadjib

Hmmm…
Alangkah gandem rasa hidup
Nongkrong diatas tikar Malioboro malam hari
Pesan gudheg tempe, teh jahe, rokoknya: Dor!
Join sama kamu
Kaki methingkrang ongkang-ongkang rasane jaman kang soyo lintang pukang

Aku merasa akulah seorang gelandangan
Sebab aku seorang gelandangan
Maka akulah warga negara yang paling diistimewakan
Memang cuma sedikit aja aku kebagian nikmatnya kehidupan
Tapi aku bebas nangkring dimanapun dan tidur-tiduran
Sebab semua orang yang berumah pada menutup jendela dan pintu-pintu Baca lebih lanjut

Ingin Menikmati Suasana

imagesPagi ini suasana terlihat nyaman

ingin sekali menikmati suasana

namun tak ada sempat, dikejar waktu

memandangnya tanpa silau

menikmati lekuk bulatan indah itu

berkabut putih dan hawa dingin sejuk

di antara manusia yang berlarian dengan waktu

bersyukur masih bisa menikmatinya

minmal melihatnya walau sekilas

 

 

 

Benar…??

rightsTidak semua orang yang mengetahui benar akan melakukan benar-nya itu…

Kadang benar-nya terungkap dalam bentuk benar yang lain dari bentuk benar yang umum…

Semua mencari benar, namun benar-nya itu berlainan satu dan lainnya…

Saling mengklaim benar-nya juga semakin benar menurut benar-nya sendiri…

Benar yang kumiliki mungkin berbeda dengan benar mu…

Saling berdampinglah benar, karena benar itu tidak diatas dan dibawah yang lain…

Benar itu relatif, tidak saling mengungguli dengan benar yang lain…

Benar juga tidak saling merendahkan dengan benar yang lain…

Benar yang tidak terbatas hanya Yang Maha Benar…

Sayang Padaku (Ost Dilema Wanita) Kyai Kanjeng and Novia Kolopaking

terataiDuka derita duka laraku didunia
Tidaklah aku sesali juga tak akan aku tangisi
Sesal kita apapun yang kurasakan dalam hidupku
Semoga tak membuatku kehilangan jernih jiwaku

Andaikan dunia mengusir aku dari buminya
Tak akan aku merintih juga tak akan aku mengemis
Ketidakadilan yang ditimpakan oleh manusia
Bukanlah alasan bagiku untuk membalasnya

Asalkan kerna itu
Tuhan menjadi sayang padaku
Segala kehendak-Nya
Menjadi syurga bagi cintaku

Bukanlah apa kata manusia yang ku ikuti
Tetapi pandangan Allah tuhanku yang kutakuti

Ada tiadaku semata-mata milik-Nya jua

 

Lirik lagu ini adalah dari tulisan Emha Ainun Najib, seorang pencentus group musik “kyai kanjeng” dan lagu tersebut dinyanyikan oleh istrinya sendiri, Novia Kolopaking.

Play Lagu