Warga Yogya Ikuti Sidang Rakyat Pro Penetapan

Warga Yogya Ikuti Sidang Rakyat Pro Penetapan
Rabu, 29 Desember 2010 – 21:11 wib
Sri Sultan Hamengkubuwono X berbaur bersama warga Yogya

SLEMAN – Ribuan warga Sleman menggelar apel akbar atau sidang rakyat mendukung penetapan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Sri Paduka Pakualam IX sebagai gubernur dan wakil gubernur, di Lapangan Candibinangun, Pakem, Sleman, Rabu (29/12/2010).

Mereka terdiri dari seluruh kepala dukuh se-DIY, perangkat desa, badan perwakilan desa dan kepala desa serta elemen masyarakat lainnya.

Bendera Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berkibar di sepanjang jalan menuju lokasi. Di bawah logo keraton pada bendera warna kuning tersebut terdapat tulisan ‘Penetapan’. Ini sebagai bentuk dukungan penuh atas mekanisme pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur dengan cara penetapan.
Sidang rakyat diawali dengan pengibaran bendara Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan pengibaran bendera Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang diiringi dengan lagu ‘Jogja Tetap Istimewa’.

Pengibaran bendera Merah putih sebagai bukti cinta terhadap NKRI, tetapi di sisi lain aspirasi warga DIY yang menginginkan Keistimewaan Yogyakarta dengan penetapan gubernur dan wakil gubernur juga harus diperhatikan pemerintah pusat.

Pada sidang rakyat ini juga dikukuhkan Satuan Tugas (satgas) propenetapan atau satgas penggagalan Pilgub DIY. Pengukuhan Satgas Propenetapan ini hanya diwakili kepala dukuh masing-masing kabupaten.

Untuk Kabupaten Sleman diwakili Karsudi, Bantul diwakili Sulistyo, Gunungkidul diwakili Sutiyono dan Kulonprogo diwakili Sujiono. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Paguyuban Dukuh se DIY ‘Semar Sembogo’ Sukiman Hadiwijoyo.

Sukiman mengatakan, sidang rakyat sengaja di gelar di lereng Merapi sebagai pengingat bahwa saat terjadi bencana letusan Merapi dan rakyat sedang susah, Presiden SBY justru mengeluarkan pernyataan yang menyakitkan warga DIY.

“Satgas merupakan wakil dari setiap dukuh dan setiap dukuh ada lima satgas, sedangkan di DIY sendiri saat ini ada 4.579 padukuhan,” katanya.

Menurut dia, satgas bertugas memberi informasi tentang Keistimewaan DIY kepada masyarakat serta menggalang dukungan penetapan untuk gubernur dan wakil gubernur.

“Jika pemerintah memaksakan Pilgub DIY, satgas mengajak masyarakat untuk tidak ikut berpartisipasi dalam pemilihan, baik sebagai panitia atau pemilih,” tegasnya.

Sukiman menegaskan, satgas juga bertugas mengawasi dan melaporkan praktek-praktek penggembosan dengan politik uang. Pasalnya, kata dia, akhir-akhir ini bermunculan hasutan dan pengembosan kepada warga DIY agar tidak mendukung penetapan gubernur dan wakil gubernur.

“Ada kelompok buruh propenetapan yang sudah ditawari Rp20 juta agar tidak mendukung penetapan. Banyak tukang becak, pedagang asongan dan kelompok lain juga digembosi dengan tawaran uang yang banyak,” jelasnya.

sumber: http://news.okezone.com/read/2010/12/29/337/408483/warga-yogya-ikuti-sidang-rakyat-pro-penetapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s