Sinergi 3 Dhalang Wanita

image

Oleh Bambang Iss

ALL That Woman”, semua serba wanita. Dari panitia, dalang, pengrawit sampai waranggana. Pementasan wayang kulit dengan 3 dalang wanita, adalah bukti bahwa sekarang wanita pun bisa melakukannya, terlebih untuk dunia wayang purwa.

Maka riuh rendahlah suasama di PKJT (Pusat Kebudayaan Jawah Tengah) Solo, Kamis (23/12) lalu. Pergelaran ini dalam rangka peringatan Hari Ibu, maka malam itu adalah bukti wanita Indonesia bisa berkarya di dunia kesenian, khususnya pewayangan.

Mengusung judul “Kunthi Talidarma Kridha” dengan menampilkan 3 dhalang masing-masing Ni Kenik Asmarawati,SSn,MSn, Ni Paksi Rukmawati dan Nyi Wulan Panjang Mas. Mereka bertiga diiringi pradhangga, swarawati yang semuanya wanita. Sejak di awal acara yang dibuka dengan penyerahan tokoh wayang Dewi Kunthi dan Bratasena okepada ke tiga dhalang oleh bendahara dan juga ketua panitia dari Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) Jawa Tengah Dra Suci Yulianti, Spd, suasana unik dan segar langsung segera terwujud. “Karena semuanya dilakukan oleh wanita, mengharukan sekali dan langka,” kata salah seorang penonton.

Antusias penonton tak terbendung, termasuk banyak wisatawan asing yang tampak mencermati inci demi inci adegan. Berharap, pergelaran yang mempertemukan beberapa dhalang wanita ini akan menjadi agenda tetap Pepadi, demikian kata Ketua Pepadi Drs. H Sutadi.

Proses panjang.

Sinergi 3 dhalang wanita itu tampaknya terbentuk sejak awal. Dengan masing-masing peran para dhalang menyatukan bagian demi bagian cerita. Misalnya dalang Nyi Wulan Panjang Mas yang mengelola segmen punakawan dan libukan, lalu Ni Paksi mengelola segmen peperangan dan secera keseluruhan adegan dan jalan cerita disutradarai oleh Ni Kenik Asmarawati engan cerdasnya.

Soal ketiga dalang memang memiliki gaya pembawaan sendiri-sendiri, itu soal lain. Tapi carita tetap menjadi sebuah kesatuan yang enak ditonton, seakan penonton disuguhi cerita wayang dengan satu dalang. Untuk mencapai kesamaan visi antardhalang ini, bukan persoalan sepele, butuh proses panjang.

Tokoh Dewi Kunthi yang muncul adalah sebuah bentuk keteladanan seorang ibu, yang meski hidup sendiri ia berjuang untuk anak-anak-anak. “Dewi Kunthi itu single parent tapi tetap mampu memperjuangkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak-anak Pandhawa ini adalah Kunthi yang penuh keteladanan seorang ibu, ibu yang sabar dan karismatik,” kata Suci Yulianti yang juga seorang perias pengantin tradisional ini.

Jika tokoh Dewi Kunthi begitu hidup di dalam setiap bagian cerita, mungkinkah karena tokoh itu “dihidupkan” oleh seorang wanita juga? Wanita yang menjadi dhalang, yang masih dianggap aneh di dalam tradisi pewayangan Indonesia?

sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/kejawen/2010/12/24/516/Sinergi-3-Dhalang-Wanita

2 thoughts on “Sinergi 3 Dhalang Wanita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s