PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DALAM BIDANG KOMUNIKASI WARGA MASYARAKAT DI PERDESAan

Disusun Oleh  : Galih Danariyanto     (09413244004)

Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi

Mata Kuliah Sosiologi Perdesaan dan Perkotaan

Dosen Pengampu Y. C. H. Nani Sutarini, M. Si.


Abstrak

Perubahan sosial budaya memang terjadi dalam setiap masyarakat karena masyarakat sendiri berdifat dinamis. Perubahan sosial budaya juga merupakan hal yang umum terjadi dalam setiap masyarakat dikarenakan manusia ingin melakukan perubahan dalam kehidupan bermasyarakat tidak hanya masyarakat di perkotaan tetapi juga masyarakat perdesaan dewasa ini terutama dalam hal komunikasi antar individu dalam masyarakat. Berkaitan dengan komunikasi antara individu yang satu dengan yang lainnya dalam masyarakat perdesaan terdapat banyak sekali perubahan yang terjadi dari beberapa tahun terakhir dilihat dari tahun 90an sampai sekarang secara cepat akibat dari globalisasi dalam segala bidang misalnya dengan adanya televise, handphone, dan internet. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin cepat yang juga berpengaruh dalam komunikasi antara individu di masyarakat perdesaan yang mengakibatkan dalam perubahan sosial budaya masyarakat terutama di Desa Kalikudi, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.

Kata kunci: perubahan, komunikasi, individual.

  1. A.    Pendahuluan

Setiap masyarakat mengalami perubahan sepanjang masa. Perubahan itu ada yang samar, ada yang mencolok, ada yang lambat, ada yang cepat, ada yang sebagian atau terbatas, ada yang menyeluruh. Perubahan dapat berupa pergeseran nilai sosial, perilaku, susunan organisasi, lembaga sosial, stratifikasi sosial, kekuasaan dan wewenang dan sebagainya. Semua perubahan itu ada yang maju (progress) dan ada yang mundur (regres) (Syahrial Syarbaini dan Rusdiyanta, 2009)

Perubahan sosial sendiri menurut Gilin dan Gilin dapat diartikan sebagai  suatu variasi dari cara-cara hidup karena perubahan-perubahan yang telah diterima baik karena perubahan kondisi geografis kebudayaan material, komposisi penduduk, ideology maupun karena adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat tersebut (Jefta Leibo, 1995).

Kini perubahan sosial mengalami kemajuan pesat berkat kemajuan sains dan teknologi, khususnya media massa yang mampu meniadakan batas territorial. Secara umum perubahan social yang kini dialami manusia disebut era modernisasi. Dalam proses modernisasi tercakup transformasi total dari tradisional kearah pola ekonomis dan politis. Manusia berusaha menguasai ruang dan waktu melalui berbagai peralatan hidup berupa teknologi canggih (Syahrial Syarbaini dan Rusdiyanta, 2009).

Komunikasi merupakan usaha penyampaian informasi kepada manusia lainnya. Tanpa komunikasi tidak akan terjadi interaksi sosial. Dalam komunikasi sering muncul berbagai macam perbedaan penafsiran terhadap makna suatu tingkah laku orang lain akibat perbedaan konteks sosialnya. Komunikasi menggunakan isyarat-isyarat sederhana adalah bentuk paling dasar dan penting dalam komunikasi. Karakteristik komunikasi manusia tidak hanya menggunakan bentuk isyarat fisik, akan tetapi juga berkomunikasi mengunakan kata-kata yaitu simbol-simbol suara yang mengandung arti bersama dan bersifat standar (Syahrial Syarbaini dan Rusdiyanta, 2009).

Media publikasi dalam komunikasi ada 3 hal yang selalu mengalami perubahan seperti:

Media Audio

Dengan media audial dimaksudkan adalah media publisditas yang dapat ditangkap dengan indera telinga, atau tegasnya dapat didengar, misalnya: radio, tape recorder, telepon, wawancara, dan lain-lain.

Media Visual

Dengan media visual dimaksudkan sebagai media publisitas yang dipergunakan untuk mengadakan hubungan dengan publik, yang dapat ditangkap denga indera mata. Dengan perkataan lain yang dapat dilihat. Ini misalnya: pameran-pameran foto, slide, surat kabar, buletin, pamflet,dan lain-lain.

Media Audiovisual

Dengan media audio visual dimaksudkan sebagai media yang menyiarkan “berita” yang dapat ditangkap baik dengan indera mata maupun indera telinga. Misalnya saja film, TV dan lainnya (dalam A.W. Widjaja, 1986).

Perkembangan yang semakin cepat di bidang teknologi komunikasi menyebabkan pengaruh yang besar terhadap kegiatan penyebarluasan informasi atau gagasan. Ini berarti pula berpengaruh beasar terhadap kegiatan hubungan masyarakat. Media massa (pers, radio, TV dan film) sangat membantu kegiatan hubungan masyarakat. Dengan menggunakan media massa ini penyebarluasan informasi bukan saja sangat luas tetapi juga cepat dan serentak (A.W Widjaja, 1986).

Perubahan sosial itu sendiri terjadi dalam masyarakat, maupun terjadi karena faktor-faktor dari luar. Kalau dilihat saat ini terjadinya suatu perubahan dalam masyarakat desa, kebanyakan datang dari luar masyarakat. Terlebih dilihat dari segi komunikasi dimana dengan hal ini masyarakat didorong untuk menghubungkan apa yang didengar dengan apa yang dilihat; apa yang diinginkan dengan apa yang dilakukan; apa yang dilakukan dengan apa yang diperoleh (Jefta Leibo, 1995).

Menurut Irving Horwitz, dengan komunikasi ide-ide baru dan informasi-informsi baru akan merubah penilaian masyarakat tentang berbagai hal (kebutuhan-kebutuhan baru), yang selanjutnya akan mengubah tindakan yang ada ke tindakan yang baru. Di samping komunikasi hal lain yang menyebabkan terjadinya perubahan adalah karena adanya kesadaran akan keterbelakangan. Sebaliknya kesadaran bahwa keadaan dirinya sudah berkembang akan merupakan penghambat bagi suatu perkembangan (Jefta Leibo, 1995)

Perubahan dalam bidang sosial di masyarakat perdesaan sekarang dapat dilihat dari media-media informasi dan komunikasi yang semakin maju. Di era globalisasi ini segala akses informasi mudah didapat dan tidak terbatas di perkotaan saja tetapi sudah merambah ke perdesaan dimana masyarakat perdesaan hampir memiliki akses informasi yang sama dengan masyarakat di perkotaan seperti adanya Televisi, Handphone, dan internet. Keadaan ini juga mnyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya masyarakat perdesaan khususnya Desa Kalikudi yang ditandai dengan berkurangnya keintiman dalam hubungan sesama anggota masyarakat.

Masyarakat Desa sendiri dalam hal komunikasi mempunyai ciri seperti hubungan sesama anggota masyarakat lebih intim dan awet daripada di kota, jumlah anak yang ada dalam keluarga inti lebih besar/ banyak (Jefta Leibo, 1995). Jadi dalam hal ini masyarakat perdesaan lebih bisa bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya, mereka hampir hafal semua penduduk yang tinggal di desa. Masyarakat perdesaan juga sangat ramah terhadap orang asing yang belum dikenalnya. Pola interaksi masyarakat perdesaan adalah dengan prinsip kerukunan dan mementingkan kebersamaan.

B.     Pembahasan

Masyarakat selalu mengalami perubahan sepanjang masa, begitu juga masyarakat di Desa Kalikudi, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Perubahan sosial masyarakat di Desa Kalikudi ini cukup mencolok terutama dalam pola komunikasi antar warga masyarakatnya. Perubahan ini ditandai dengan masuknya pengaruh teknologi dan informasi modern yang mulai melunturkan tingkat keintiman dalam hubungan antar warga masyarakat Desa Kalikudi.

Perubahan sosial budaya dalam bidang komunikasi dapat dilihat dengan adanya TV atau TV. Dilihat dari tahun 90-an dimana waktu itu warga Desa Kalikudi yang mempunyai TV hanya beberapa karena harganya cukup mahal, tetapi sekarang semakin hampir tiap rumah mempunyai TV. Dahulu seorang warga yang ingin menonton TV dan tidak punya TV maka datang dengan berbondong-bondong warga yang ingin menonton TV menuju ke rumah warga yang mempunyai TV.

Hal tersebut secara tidak langsung akan mempererat hubungan antar warga desa karena hampir tiap malam terjadi kontak langsung antar warga desa tersebut. Tetapi sekarang dengan semakin murahnya harga TV membuat warga Desa Kalikudi berbondong-bondong membeli TV sehingga kontak langsung antar warga desa mulai berkurang. Banyak warga Desa Kalikudi terutama anak-anak yang tadinya suka bermain bersama teman-temannya sekarang dengan adanya TV membuat mereka semakin jarang bermain dengan teman-temannya karena lebih memilih menonton TV di rumah yang menurutnya acaranya lebih menghibur. Ini secara tidak langsung akan menjadikan anak bersifat individual dan ciri-ciri mengenai orang desa yang katanya kebersamaan berubah menjadi individual.

Perubahan sosial budaya dalam bidang komunikasi di Desa Kalikudi selanjutnya dapat dilihat dengan adanya Handphone atau HP. Sekarang di era globalisasi hubungan komunikasi antara ayah, ibu, dan anak memegang HP sendiri dan ini memudahkan orang tua yang akan menghubungi anaknya jika sedang pergi atau memudahkan komunikasi jarak jauh. Karena mayoritas warga Desa Kalikudi beragama islam, ketika hari raya tiba misalnya antara kerabat keluarga yang satu dengan yang lainnya dapat memanfaatkan HP untuk memudahkan komunikasi member ucapan selamat hari raya jadi mereka tidak perlu datang ke rumah kerabatnya langsung tetapi dapat bertukar SMS atau telepon dengan HP. Jadi kebanyakan komunikasi terjadi dengan cara perantara yaitu HP. Dampak positifnya yaitu memudahkan pemberitahuan informasi yang ingin disampaikan kepada warga lain dengan praktis dan hemat biaya. Sedangkan dampak negatifnya adalah berkurangnya kontak langsung antara antar warga yang dapat mengurangi tingkat keintiman ataupun kekeluargaan warga masyarakat Desa Kalikudi.

Perubahan sosial budaya dalam bidang komunikasi di Desa Kalikudi selanjutnya dapat dilihat dengan adanya warung internet yang sudah merambah ke perdesaan. Sebelum tahun 2005 di Desa Kalikudi tidak ada warnet yang berdiri. Tetapi setelah tahun 2005 warnet mulai menjamur di Desa Kalikudi. Dengan adanya warnet ini membuat warga Desa Kalikudi mngenal jejaring sosial yang kini sedang marak. Tidak hanya anak remaja yang gemar bermain jejaring sosial seperti Facebook tetapi anak-anak juga sampai dewasa. Selain jejaring sosial ada juga game online yang dapat diperoleh diwarnet tersbut sehingga anak-anak atau remaja betah apabila disuruh nge-net. Hal ini tentunya berpengaruh dalam hal komunikasi antar warga masyarakat yaitu berkurangnya komunikasi warga desa Kalikudi yang suka nge-net dengan warga lainnya sehingga tingkat keintiman warga desa tersebut semakin berkurang.

C.    Kesimpulan

Perubahan sosial budaya dalam bidang komunikasi di era globalisasi memberikan dampak yang tak sedikit di masyarakat Desa Kalikudi. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat di era globalisasi sekarang ini bagaikan dua sisi mata uang yang berbeda. Di satu sisi dapat membantu warga Desa Kalikudi dalam hal berkomunikasi. Tetapi di sisi lain mengurangi tingkat keintiman antar warga Desa Kalikudi

Masyarakat Desa Kalikudi sendiri dalam hal komunikasi sesama anggota masyarakat yang dahulunya intim dengan mengedepankan prinsip kerukunan dan kebersamaan seiring berjalannya waktu mulai bergeser. Pergeseran komunikasi tersebut menuju pada individualitas warga masyarakat sehingga cirri mengenai pola hubungan masyarakat desa yang intim dan kebersamaan bergeser oleh pola hubungan masyarakat kota yang individulitas.

Daftar Pustaka

 

A.W Widjaja. 1986. Komunikasi: Komunikasi dan hubungan Masyarakat.Jakarta:Bina

Aksara

Jefta Leibo. 1995. Sosiologi Pedesaan. Yogyakarta: Andi Ofsset

Syahrial Syarbaini dan Rusdiyanta. 2009. Dasar-Dasar Sosiologi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s