Kegunaan, Metode, dan Tokoh dalam Sosiologi

1.      Kegunaan Sosiologi
Teori-teori yang ada dalam sosiologi memiliki tujuan untuk mencari kebenaran dari berbagai fenomena, gejala, dan masalah sosial. Ditinjau dari aspek aksiologi, sosiologi memiliki nilai guna dalam menganalisis fenomena-fenomena sosial yang ada di masyarakat.
Kajian tentang fenomena sosial budaya tidak bermaksud untuk memberikan penilaian suatu budaya baik atau buruk, cocok atau tidak cocok bagi suatu masyarakat. Sosiologi tidak bertujuan untuk memberikan penilaian bahwa suatu kebudayaan lebih tinggi atau lebih rendah dari kebudayaan masyarakat lain. Namun, kita diajak untuk memahami keragaman budaya sebagai sesuatu yang dapat memperkaya kebudayaan dalam suatu masyarakat. Dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia yang multikultural, sosiologi berperan untuk mewujudkan integrasi atau persatuan nasional.
Kegunaan sosiologi:
a)      Perencanaan sosial
Merupakan kegiatan untuk mempersiapkan masa depan kehidupan masyarakat secara ilmiah dan bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan.
b)      Penelitian
Dalam bidang penelitian masyrakat, sosiologi memiliki kelebihan dibandingkan ilmu-ilmu yang lain karena dapat memahami simbol kata-kata, kode, serta berbagai istilah yang digunakan oleh masyarakat sebagai objek penelitian empiris dan pemahaman pola-pola tingkah laku manusia dalam masyarakat.
c)      Pembangunan
Proses yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat baik secara material maupun spiritual. Peningkatan taraf hidup masyarakat harus meliputi hal-hal sebagai berikut: pembangunan bersifat rasionalistis, ada perencanaan dan proses pembangunan, peningkatan produktivitas, peningkatan standar kehidupan, kesempatan yang sama utuk berpartisipasi.
d)     Pemecahan masalah sosial
Masalah sosial adalah ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang membahayakan kehidupan masyarakat. Dalam mengatasi masalah sosial, sosiologi menyelidiki suatau permasalahan sosial untuk menemukan dan menafsirkan permasalahan dalam kemasyarakatan. Dalam hal ini juga diperlukan kerjasama antar ilmu pengetahuan untuk dapat memecahkan masalah sosial yang ada.

2.      Metode-metode Penelitian sosiologi
Metode berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos artinya cara atau jalan. Dalam perkembangannya, metode berarti cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu. Sosiologi sebagai metode menggunakan metode ilmiah dalam mempelajari gejala-gejala alamiah khususnya gejala kemasyarakatan. Menurut Soerjono Soekanto dalam sosiologi digunakan dua jenis metode yaitu:
a.      Metode Kualitatif, merupakan metode sosiologi yang menekankan pengumpulan datayang berupa kata-kata.Beberapa metode yang termasuk dalam metode kualitatif adalah sebagai berikut:
1)      Metode historis, yaitu metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.
2)      Metode komparatif, yaitu metode pengamatan dengan membandingkan bermacam-macam masyarakat serta bidang-bidangnya untuk memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk tentang perilaku suatu masyarakat pada masa lalu dan masa mendatang.
3)      Metode studi kasus, yaitu suatu metode pengamatan tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga, ataupun individu-individu. Alat-alat yang digunakan dalam studi kasus adalah wawancara (interview), pertanyaan-pertanyaan atau kuesioner (questionaire), daftar pertanyaan, dan teknik keterlibatan si peneliti dalam kehidupan sehari-hari dari kelompok sosial yang sedang diamati (participant observer technique).

b.      Metode Kuantitatif, metode penelitian yang menekankan pengumpulan data dalam bentuk angka-angka. Tujuan penelitian kuantitatif adalah untuk mengukur gejala-gejala sosial dengan ukuran-ukuran yang jelas. Terdapat dua macam metode kuantitatif, yaitu metode statistik dan metode sociometry:
1)      Metode statistik adalah metode penelitian yang bertujuan untuk mengkaji fenomena sosial melalui data-data statistik.
2)      Metode sociometry adalah metode penelitian yang bertujuan untuk mencari hubungan-hubungan antarmanusia dalam kehidupan masyarakat secara kuantitatif.

Selain kedua metode di atas ada beberapa metode yang juga digunakan dalam sosiologi yaitu:
a)      Metode deduktif, yaitu metode yang dimulai dari kaidah-kaidah yang berlaku umum untuk kemudian dipelajari dalam keadaan yang khusus.
b)      Metode induktif, yaitu metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih luas atau bersifat umum.
c)      Metode empiris, yaitu suatu metode yang mengutamakan keadaan-keadaan nyata di dalam masyarakat.
d)     Metode rasional, yaitu suatu metode yang mengutamakan penalaran dan logika akal sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah kemasyarakatan.
e)      Metode fungsional, yaitu metode yang digunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga sosial masyarakat dan struktur sosial masyarakat.

3.      Tokoh-tokoh Sosiologi

  1. a.      Auguste Comte

Orang yang pertama kali memberikan nama sosiologi adalah Auguste Comte. Berkat jasa-jasanya yang besar dalam meletakkan dasar-dasar ilmu sosiologi, Auguste Comte dianggap sebagai Bapak Sosiologi. Menurut pemikirannya, sosiologi terdiri atas dua bagian penting, yaitu statika sosial dan dinamika sosial. Sebagai statika sosial, sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan timbal balik antara lembaga-lembaga sosial. Sedangkan sebagai dinamika sosial, sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perkembangan lembaga-lembaga sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat. Auguste Comte beranggapan bahwa fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat harus dikaji secara objektif, yakni didasarkan kepada kenyataan yang benar-benar terjadi dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, Auguste Comte juga beranggapan bahwa masyaarakat mengalami perkembangan tiga tahap pemikiran manusia; tahap teologis, metafisis, dan positif.

b.      Emile Durkheim
Durkheim merupakan salah satu tokoh sosiologi yang dipengaruhi oleh tradisi pemikiran Prancis–Jerman. Durkheim termasuk salah satu peletak dasar-dasar sosiologi modern. Menurut Durkheim yang harus dipelajari sosiologi adalah fakta-fakta sosial mengenai cara bertindak, berpikir, dan merasakan apa yang ada di luar individu dan memiliki daya paksa atas dirinya. Contoh fakta sosial menurut Durkheim antara lain hukum, moral, kepercayaan, adat istiadat, tata cara berpakaian dan kaidah ekonomi. Fakta-fakta sosial tersebut dapat mengendalikan dan memaksa individu karena individu yang melanggarnya akan diberi sanksi oleh masyarakat.

c.       Karl Marx
Karl Marx lebih dikenal sebagai tokoh sejarah ekonomi daripada seorang sosiolog. Sebagai seorang penulis sosiologi sumbangan Marx terletak pada teori kelas. Marx berpendapat bahwa sejarah masyarakat manusia merupakan sejarah perjuangan kelas. Menurut Marx, perkembangan pembagian kelas dalam ekonomi kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda, yaitu:
a)      kaum borjuis (kaum kapitalis) yaitu kelas yang terdiri dari orang-orang yang menguasai alat-alat produksi dan modal;
b)     kaum proletar adalah kelas yang terdiri atas orang-orang yang tidak mempunyai alat produksi dan modal, sehingga dieksploitasi oleh kaum kapitalis.
Menurut Marx, pada suatu saat kaum proletar menyadari akan kepentingan bersama, sehingga mereka bersatu dan memberontak terhadap kaum kapitalis. Mereka menang dan dapat mendirikan masyarakat tanpa kelas.

d.      Max Weber
Max Weber merupakan sosiolog berkebangsaan Jerman. Max Weber mengatakan bahwa yang dipelajari oleh sosiologi adalah tindakan sosial. Tindakan manusia disebut tindakan sosial apabila mempunyai arti subjektif. Tindakan itu dihubungkan dengan tingkah laku orang lain dan diorientasikan kepada kesudahannya, yang termasuk dalam tindakan sosial bukanlah tindakan terhadap objek-objek bukan manusia, seperti tukang kayu atau tindakan batiniah seperti bersemedi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s