Berbicara Rekrutmen Partai Politik

Pada umumnya cara yang ditempuh oleh partai politik adalah dengan menarik golongan muda untukdididik dijadikan kader. Dari para kader ini akan tampak anggota-anggota yang mempunyai bakat yang pada gilirannya dapat diorbitkan menjadi calon-calon pemimpin. Pemimpin dalam konteks ini adalah menjadi anggota lembaga perwakilan rakyat serta pejabat publik yakni kepala negara dan/atau pemerintahan, juga kepala daerah yang dipilih oleh rakyat.

Keberadaan suatu partai politik dapat dilihat dari kemampuan partai tersebut melaksanakan fungsinya. Salah satu fungsi yang terpenting yang dimiliki partai politik adalah fungsi rekrutmen politik. Seperti yang diungkapkan oleh pakar politik Ramlan Surbakti, bahwa rekrutmen politik mencakup pemilihan, seleksi, dan pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik pada umumnya dan pemerintah pada khususnya. Untuk itu partai politik memiliki cara tersendiri dalam melakukan perekrutan calon anggota legislatif, terutama dalam pelaksanaan sistem dan prosedural perekrutan yang dilakukan partai politik tersebut. Tak hanya itu proses rekrutmen juga merupakan fungsi mencari dan mengajak orang-orang yang memiliki kemampuan untuk turut aktif dalam kegiatan politik, yaitu dengan cara menempuh berbagai proses penjaringan, yang nantinya akan diusung sebagai calon legislatif (http://www.bangkapos.com/).

Rekrutmen dalam hal ini dilakukan oleh partai politik guna memperoleh kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan tersebut. Oleh karena itu proses rekrutmen ini bagi partai politik sangatlah penting karena dapat mendorong partai untuk memperoleh suara terbanyak di dalam Pemilihan Umum. Saat ini proses rekrutmen anggota harus dilakukan dengan mengedepankan aspek religiusitas, moralitas, dan komitmen. Untuk saat ini beberapa partai sedang melakukan program terutama berkaitan dengan program untuk mendekatkan partai dengan masyarakat dan melaksanakan proses rekrutmen guna menghadapi Pemilu 2013. Pertanyaannya, apakah dengan proses rekrutmen partai tersebut akan mengedepankan kepentingan rakyat? Atau hanya mengedepankan kepentingan partai guna memperoleh kekuasaan?

Perekrutan yang dilakukan partai politik di Indonesia saat ini kebanyakan berdasarkan kelompok-kelompok tertentu seperti kekerabatan, kesukuan maupun kedaerahan. Hal tersebut berakibat adanya praktek nepotisme yang sering dilakukan partai politik di Indonesia. Saat Pemilu diselenggarakan ada juga politik uang yang dilakukan agar bisa memenangkan partai tersebut. Politik uang ini secara langsung bisa berbentuk pembayaran tunai dari tim sukses calon tertentu kepada masyarakat dan secara tidak langsung bisa berbentuk pembagian hadiah atau doorprize, pembagian Sembako kepada masyarakat di daerah pemilihan tertentu, terutama di daerah perdesaan.

Saat ini partai politik yang ada tidak lagi memperhatikan kualitas calon anggota parpol, tetapi partai politik lebih memprioritaskan perolehan suara dalam pemilu atau seberapa besar sumbangan yang mampu dibayarkan calon anggota partai politik. Menurut Akbar Tandjung (dalam http://www.metrotvnews.com/) citra partai politik  saat ini yang semakin memburuk karena perilaku elite politiknya yang tidak menjalankan amanat rakyat dan malah melakukan praktik korupsi.

Dengan semakin banyak partai politik hal ini membawa implikasi bahwa masyarakat semakin bingung untuk memilih partai mana yang dipercaya dapat memperjuangkan kepentinga rakyat. Apalagi praktek KKN banyak dilakukan oleh para wakil rakyat. Hal tersebut pun mengecewakan rakyat apalagi dengan isu kenaikan BBM saat ini, banyak masyarakat yang melakukan protes dengan kenaikan BBM ini. Selain itu beberapa konflik agraria yang terjadi menambah kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan. Hal ini pun dapat dimanfaatkan partai politik untuk menyuarakan partai mana yang lebih memperjuangkan kepentingan rakyatnya apalagi sebentar lagi akan ada Pemilu Presiden.

Masyarakat sangat berharap bahwa partai politik tidak hanya bertujuan kekuasaan politik saja tetapi partai politik harus juga melaksanakan fungsinya secara sunguh-sunguh terutama fungsi rekrutmen politik. Apabila partai politik telah melaksanakan fungsinya dengan baik maka masyarakat akan memberikan kepercayaan kepada partai politik, karena kepercayaan masyarakat akan menjadi sebuah penghargaan bagi partai politik itu sendiri, terutama demi eksistensi partai politik itu sendiri yang selalu mendorong kemajuan sebuah kekuasaan negara. Proses rekrutmen politik saat ini haruslah mengedepankan berbagai aspek religiusitas, moralitas, dan komitmen untuk nantinya dalam menjalankan pemerintahan serta memperjuangkan kepentingan rakyatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s