Teori Pembangunan

Teori yangkereta pembangunan relevan dalam pembangunan di Indonesia adalah adanya teori modernisasi dan teori dependensasi.Asumsi teori modernisasi merupakan hasil dari konsep dari metafora teori evolusi. Menurut teori evolusi, perubahan sosial bersifat linear, terus maju dan perlahan, yang membawa masyarakat berubah dari tahapan primitive menuju ke tahapan yang lebih maju sesuai dengan model yang menjadi acuan pembangunan bangsa Indonesia.

Pembangunan melalui proses modernisasi di Indonesia dapat dilihat misalnya dalam bidang politik yang mana sistem pemerintahan indonesia mengacu pada sistem politik modern begitu juga daerah-daerah di Indonesia juga mengalami perombakan dari sistem pemerintahan tradisional menuju sistem pemerintahan yang modern walaupun ada beberapa daerah yang menjalankan sistem politik tradisional dan modern secara bersamaan. Modernisasi dalam bidang sosial mengacu pada perubahan struktur masyarakat dan perubahan pola pikir masyarakat yanglebih rasional. Modernisasi di bidang budaya misalnya banyak terjadi akulturasi budaya Indonesia yang semakin memperkaya budaya Bangsa Indonesia.

Teori dependensia pada umumnya memberikan gambaran melalui analisis dialektis (yaitu suatu analisis yang menganggap bahwa gejala-gejala sosial yang dapat diamati sehari-hari pasti ada sebab dan akibatnya) bahwa pada dasarnya ketergantungan yang terjadi antara suatu subsistem dengan subsistem lain yang lebih dominan merupakan salah satu penentu dalam perkembangan atau perubahan sosial yang terjadi dalam suatu masyarakat. De Yong mengatakan bahwa teori-teori Dependensia atau paradigma (pola model) dependensia timbul sebagai reaksi daripada teori-teori modernisasi dan jenjang-jenjang pertumbuhan lain (Pudjiwati Sajogyo, Sosiologi Pembangunan).

Dependensi di Indonesia yaitu adanya hubungan kerjasama antara Indonesia dengan China yaitu melalui penandatanganan Joint Declaration antara Indonesia dan China melalui kemitraan strategis pada 25 April 2005, dimulailah kerjasama di segala bidang meliputi berbagai sektor politik dan keamanan. Berbagai kunjungan kenegaraan presiden Hu Jintao dan sebaliknya menjadi simbolisasi hubungan Indonesia dan China yang berkembang progresif. Ketergantungan bangsa Indonesia terhadap negara lain juga dapat dilihat dengan banyak teknologi-teknologi dari luar negeri yang belum mampu dikembangkan atau diproduksi oleh Indonesia sendiri mulai dari alat transportasi sampai alat rumah tangga. Kondisi dependensasi ini tidak dapat dihindarkan dalam pembangunan di Indonesia agar Indonesia tidak terlalu bergantung kepada negara lain diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan tersebut yang bisa dilakukan dengan mengembangkan endogeneus technology dan ada batasan-batasan yang jelas dalam hubungan kerjasama dengan luar negeri.

Pudjiwati Sajogyo. Sosiologi Pembangunan. Jakarta: Fakultas Pasca Sarjana IKIP Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s