Manusia dan Anjingnya

Tatkala anjing itu menggigit,

Biarlah yang berkaki empat itu menggonggong sewajarnya,

saya persepsikan anjing atau semacamnya,

melihat semua yang dilakukannya,

itu sudah perintahnya,

itu sudah haknya,

kepandaian kitalah mencari cara,

entah untuk menghentikan gonggongannya,

atau menyaingi gonggongannya,

semua itu kepandaian kita,

biarlah terlarut lama-lama terlelap,

dan tak terjadi apa-apa…

ingatlah pencipta sang anjing,

Dia bisa melemahkan rasa itu,

tatkala anjing tak mau melepas gigitannya,

ingatlah pencipta sang anjing,

Dia bisa mengobati luka itu,

biarlah anjing-anjing berirama semaunya,

namun anjing tetaplah anjing,

manusia tetaplah manusia,

manusia jangan menjadi anjing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s