Fungsi, Tujuan, Tahapan, dan Media Sosialisasi

rakyat_221126443_cc324e9ea4_b.jpgFungsi Sosialisasi
Sosialisasi merupakan proses pemelajaran nilai dan norma social untuk membentuk perilaku dan
kepribadian individu dalam masyarakat
Adapun fungsi sosialisasi adalah :
a. Membentuk pola perilaku dan kepribadian individu berdasarkan kaidah nilai dan norma suatu
masyarakat
b. Menjaga keteraturan hidup dalam masyarakat atas keragaman pola tingkah laku berdasarkan nilai
dan norma yang diajarkan
c. Menjaga integrasi kelompok dalam masyarakat

Tujuan Sosialisasi
a. Memberikan ketrampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan seseorang untuk melangsungkan
kehidupannya ditengah–tengah masyarakat
b. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan
kemampuan untuk membaca , menulis dan bercerita.
c. Membantu seseorang mengendalikan fungsi – fungsi organik melalui latihan mawas diri .
d. Menanamkan kepada seseorang nilai dan kepercayaan pokok yang ada dalam masyarakat

Tahap Sosialisasi
Menurut George Herbert Mead sosialisasi yang dilakukan seseorang melalui tahap – tahap :
a. Tahap persiapan ( Preparatory Stage )
Dialami anak sejak manusia dilahirkan ,saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal
dunia sosialnya . Pada masa ini anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna
b. Tahap Meniru ( Play Stage )
Ditandai semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran –peran yang dilakukan orang
dewasa
c. Tahap siap bertindak ( Game Stage )
Yaitu peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara
langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran
d. Tahap penerimaan norma kolektif ( Generalized stage)
Yaitu seorang anak dianggap telah dewasa , dia sudah mulai menempatkan dirinya pada posisi
masyarakat secara luas

Media/agen Sosialisasi
a. Keluarga
Merupakan kelompok primer yang memiliki intensitas tinggi untuk megawasi perilaku
anggota keluarganya secara maksimal
Orang tua berperan mendidik anak agar kehadirannya dapat diterima oleh masyarakat
Sosialisasi diberikan oleh orang tua kepada anak agar membentuk cirri khas
kepribadiannya
Sosialisasi sering bersifat otoriter / memaksa anak untuk mematuhi nilai dan norma sosial
b. Kelompok bermain
Dilakukan antar teman sebaya maupun tidak sebaya
Terjadi secara ekualitas ( hubungan sosialisasi yang sederajat )
Hubungan pertemanan yang tidak sebaya tetap dapat membentuk hubungan yang sederajat
Kelompok bermain ikut menentukan cara berperilaku anggota kelompoknya
Menjadi bagian dari subkultur yang dapat memberikan pengaruh positif atau negatif
c. Sekolah
Berperan dalam proses sosialisasi sekunder
Melibatkan interaksi yang tidak sederajat ( antara guru dengan murid ) dan interaksi yang
sederajat ( murid dengan murid )
Cakupan sosialisasi lebih luas
Berorientasi untuk mempersiapkan penguasaan peran siswa pada masa mendatang
Menanamkan nilai kedisiplinan yang lebih tinggi dan mutlak.

Lingkungan kerja
Diutamakan untuk mencapai kesuksesan dan keunggulan hasil kerja
Sosialisasi tahap lanjut setelah memasuki masa dewasa
Adaptasi dalam proses sosialisasi lingkungan kerja dilakukan berdasarkan tuntutan
system
Intensitas sosialisasi tertinggi dilakukan antar kolega
e. Media massa
Dilakukan untuk menghadapi masyarakat luas
Pesan sosialisasi lebih bersifat umum
Diperlukan peran serta masyarakat untuk bersikap selektif terhadap informasi yang akan
diserap oleh anak
Sosialisasi mengikuti segala bentuk perkembangan dan perubahan sosial yang bersifat
universal
Berperan penting untuk menyampaikan nilai dan norma untuk menghadapi masyarakat
yang heterogen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s