Berpikir Makin Sederhana

Syair oleh Emha Ainun Nadjib

Aku berpikir makin sederhana, tak bisa lain
Misalnya perihal bumi ini, hanyalah terbagi dua
Yang ditumpahi cahaya, oleh sang matahari
Serta yang gelap, di mana hidup pucat lesi
“Terus menerus aku Kaulukai!”, kata si Cengeng
Hari demi hari kureguk nanah sendiri”
“Kau, katak, berputar-putar di pojok!”
Demikian jawab Tuhan, yang dituduh terlalu banyak minta
“Jongkokmu kaku, tak terpandang semesta
olehmu. Sedang bukan luka yang menggores keningmu!”
Tapi di daerah cahaya, betapa lantang keangkuhan memekik Di sumur-Mu orang berebut minum, demi rasa haus langit terik
Tuhan, (kata burung yang tahu makna setia)
Sehabis semua bagai anjing mengikik –
Kapan kenyang bisa ranum ?’

(SBHI, halaman 145)

dikutip dalam Thesis Yant Mujiyanto yang berjudul “Pemanfaatan Gaya Bahasa dalam “Sesobek Buku Harian Indonesia” Antologi Puisi Emha Ainun Nadjib -UNS_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s