Pengertian-pengertian Organisasi Sosial

Dua sisi kemanusiaan yang melekat pada setiap individu yaitu manusia sebagai makhluk individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Sering didefinisikan bahwa manusia sebagai makhluk sosial mempunyai arti bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, itu artinya tidak bisa hidup sendiri. Dengan dasar kodrati yang demikian berarti manusia dilahirkan untuk menjadi bagian dari kebulatan suatu masyarakat. Dengan demikian bahwa manusia merupakan bagian dari organisasi sosial.

Manusia sejak dilahirkan mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu; 1) keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya yaitu masyarakat dan 2) keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya (Hari Budiyanto, dkk. 2008: 8)

Manusia untuk dapat menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut diatas, manusia menggunakan pikiran, perasaan dan kehendaknya. Organisasi sosial (sosial organization) didalam kehidupan manusia ini, merupakan himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama. Hubungan tersebut antara lain menyangkut kaitan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu pertanyaan, apakah setiap himpunan manusia dapat dinamakan kelompok sosial? untuk itu, diperlukan beberapa persyaratan tertentu, antara lain; 1) adanya kesadaran pada setiap anggota kelompok bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan, 2) adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lain, 3) adanya faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan antara mereka bertambah erat, yang dapat merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi yang sama, 4) berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku, 5) bersistem dan berproses (Hari Budiyanto. Dkk, 2008: 9).

Istilah organisasi secara harfiah dapat diartikan sebagai suatu kesatuan orang-orang yang tersusun dengan teratur berdasarkan pembagian tugas tertentu. Istilah sosial berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan pergaulan manusia dalam masyarakat. Organisasi sosial yang merupakan gabungan dari kedua istilah tersebut dapat diartikan sebagai suatu susunan atau struktur dari berbagai hubungan antar manusia yang terjadi dalam masyarakat, dimana hubungan tersebut merupakan suatu kesatuan yang teratur. Secara luas organisasi sosial diartikan sebagai jaringan tingkah laku manusia dalam ruang lingkup yang kompleks pada setiap masyarakat. Secara ringkas organisasi sosial dapat didefenisikan sebagai suatu rangkaian pelapisan terstruktur hubungan antar manusia yang saling ketergantungan (Abdul Syani. 2007 : 115 ).

Organisasi sosial adalah dimana terdapat suatu struktur organisasi dan suatu faktor, yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok-kelompok itu, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. Faktor-faktor itu yang terdiri dari kepentingan yang sama, ideologi yang sama, politik yang sama. Hal ini merupakan ikatan yang bersifat pokok untuk jangka waktu tertentu.

Menurut JBAF Major Polak dalam Hari Budianto (2008) bahwa organisasi sosial dalam arti sebagai sebuah asosiasi adalah sekelompok manusia yang mempunyai tujuan tertentu, kepentingan tertentu, menyelenggarakan kegemaran tertentu atau minat-minat tertentu. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto organisasi sosial adalah kesatuan-kesatuan hidup atas dasar kepentingan yang sama dengan organisasi yang tetap sebagai sebuah asosiasi. Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa organisasi sosial berdasarkan pendekatan sosiologi adalah organisasi sosial sebagai sebuah asosiasi, yaitu sekelompok manusia yang mempunyai tujuan, kepentingan, kegemaran, minat yang sama dan membentuk sebuah organisasi yang tetap (Hari Budiyanto. Dkk, 2008:10).

Sedangkan Organisasi Kemasyarakatan atau organisasi massa (ormas) Dalam Pasal 1 UU No 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Bab I (1), yang dimaksud dengan Organisasi Kemasyarakatan adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat Warganegara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, untuk berperanserta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Organisasi sosial dalam prosesnya, terdapat proses yang dinamis, dimana hubungan antar manusia didalamnya senantiasa berubah-ubah, tindakan masing-masing orang terhadap orang lain selalu berulang-ulang dan terkoordinasi. Namun demikian dalam organisasi sosial mencerminkan pula suatu pola tingkah laku yang terstruktur dalam setiap proses perubahannya. Jadi organisasi sosial, disamping sebagai suatu kondisi yang bersifat dinamis, juga sebagai kondisi yang bersifat struktural ( Abdul Syani, 2007: 115-116 ).

Organisasi sosial anggota-anggotanya tersusun secara sistematis, masing-masing mempunyai status dan peranan yang bersifat formal, masing-masing memelihara dan berusaha bersama untuk mencapai tujuan bersama. Setiap organisasi mempunyai perannya tersendiri dalam kaitannya untuk mencapai tujuannya. Dapat diketahui sebelumnya bahwa peran menurut Ayu Wulandari adalah adanya sikap dan perilaku nilai serta tujuan yang diharapkan dari seseorang atau kelompok berdasarkan posisinya di masyarakat. Adapun yang menjadi ciri-ciri dari organisasi sosial adalah (Ayu Wulandari, 2011: 34):

  1. Rumusan batas-batas operasionalnya (organisasi) jelas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
  2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
  3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.

Adanya norma atau aturan yang mengikat hubungan antar individu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s